Pasca Banjir, MTsS Syamsuddhuha Bagikan Raport Langsung kepada Siswa secara Mandiri

ACEH UTARA – Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Syamsuddhuha secara resmi melaksanakan pembagian laporan hasil belajar (raport) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Meski sempat mengalami penundaan dari jadwal kalender akademik akibat bencana banjir yang menggenangi wilayah madrasah dan pemukiman warga, prosesi penyerahan hasil evaluasi belajar ini berjalan dengan khidmat dan tertib.

Mengingat situasi pemulihan pasca banjir yang masih berlangsung di lingkungan tempat tinggal siswa, pihak madrasah mengambil kebijakan khusus dengan menyerahkan raport langsung kepada siswa tanpa didampingi oleh orang tua atau wali murid. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan fleksibilitas madrasah terhadap para wali murid yang saat ini masih berfokus pada masa pemulihan, pembersihan rumah, maupun kendala akses transportasi akibat sisa banjir. Dengan kebijakan ini, proses administrasi pendidikan tetap berjalan lancar tanpa menambah beban bagi keluarga siswa yang terdampak.

Meskipun dilaksanakan tanpa pendampingan orang tua, proses pembagian raport tetap berlangsung khidmat dan tertib. Para guru wali kelas memberikan arahan khusus kepada setiap siswa sebelum menyerahkan buku raport tersebut, menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab siswa untuk menyampaikan hasil belajar apa adanya kepada orang tua di rumah.

Kepala MTsS Syamsuddhuha, Zahratul Hayah, S.Ag., M.Ag, menyampaikan bahwa situasi sulit ini justru menjadi momentum untuk menguji kemandirian dan kejujuran siswa. Dalam arahannya, beliau menitipkan pesan mendalam bagi seluruh peserta didik.

“Kami memahami bahwa banyak keluarga siswa kami yang sedang berjuang memulihkan keadaan pasca banjir. Oleh karena itu, raport kami serahkan langsung kepada anak-anak. Harapan saya, meskipun tanpa didampingi orang tua saat ini, para siswa tetap bersyukur atas hasil yang dicapai dan menjadikannya bahan evaluasi untuk semester depan,” ujar beliau.

Pihak madrasah juga menginformasikan bahwa bagi orang tua yang ingin berkonsultasi lebih mendalam mengenai perkembangan akademik anak, madrasah tetap membuka pintu komunikasi melalui wali kelas masing-masing, baik secara daring maupun pertemuan langsung di kemudian hari setelah situasi benar-benar kondusif.(sdq)