
Cot Murong, 07 Agustus 2025, – MTS dan MAS Syamsuddhuha mengadakan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang diikuti oleh seluruh dewan guru dari kedua Madrasah tersebut. Kegiatan ini bertempat di aula utama Dayah SYAMSUDDHUHA dan menghadirkan pengawas pembina, Bapak Joko Sudarsono, M.Pd, sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Joko Sudarsono menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang dan empati sebagai fondasi utama dalam pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, melainkan juga mengedepankan pembangunan karakter peserta didik melalui nilai-nilai moral, rasa hormat, dan kepedulian sosial. Menurut Bapak Joko, pendidikan berbasis cinta bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang berintegritas dan mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya, Bapak Joko memaparkan tentang Pembelajaran Mendalam yang mendorong guru untuk menggunakan metode pengajaran yang memungkinkan siswa dapat benar-benar memahami konsep, bukan sekadar menghafal materi. Pembelajaran ini menstimulasi siswa agar aktif berpartisipasi, berdiskusi, berkolaborasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dengan cara ini, siswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari secara relevan dan kontekstual.
Menanggapi sosialisasi ini, Kepala MTS Syamsuddhuha, Ibu Zahratul Hayah, S.Ag, M.Ag menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Beliau berharap sosialisasi ini dapat memperkaya wawasan guru sehingga proses pembelajaran di madrasah dapat berlangsung lebih humanis dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Selain itu, Ibu Zahratul Hayah juga menyampaikan harapannya agar madrasah ke depannya dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi, meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi peserta didik dan lingkungan.
Senada dengan itu, Kepala MAS Syamsuddhuha, Ibu Jumiati, S.Ag. mengungkapkan harapan agar seluruh guru dapat benar-benar menginternalisasi nilai-nilai cinta dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, melainkan juga mampu menunjukkan kepedulian sosial dan keseimbangan emosional yang kuat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan MTS dan MAS Syamsuddhuha dapat terus berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat, yang mampu menghasilkan generasi berkarakter serta siap menghadapi tantangan masa depan.(sdq)


